Program Perdana HIPEDOKI: Penggemukan Domba Potong (Jantan) dengan sistem Paronisasi.
Pada program ini disediakan bagi para investor untuk berinvestasi pada program penggemukan domba potong (tanpa memperhatikan waktu penjualan, misalnya hari raya Qurban). Kepada para investor disediakan paket-paket penggemukan domba 10 ekor, yang bisa dimiliki (investasinya) oleh seorang investor atau lebih.
Domba-domba akan dikelola oleh para peternak mitra yang diusahakan mereka dari kalangan miskin. Pengelolaan didampingi oleh HIPEDOKI untuk supervisi, pengelolaan kesehatan domba dan pendampingan teknis. Proyek penggemukan domba diatur dengan asumsi sebagai berikut:
| 1. Ketentuan/Asumsi: | ||
| 1.1. | Populasi Domba Jantan 1 paket (ekor) | 10 |
| 1.2. | Lama Penggembukan 1 periode (bulan) | 6 |
| 1.3. | Harga bakalan (Rp) | 360,000 |
| 1.4. | Laju penggemukan minimal (kg/bulan) | 2 |
| 1.5. | Bobot bakalan rata-rata (kg/ekor) | 25 |
| 1.6. | Bobot jual minimal (kg/ekor) | 35 |
| 1.7. | Biaya kandang (Rp/ekor) | 25,000 |
| 1.8. | Harga jual minimal domba gemuk (Rp/ekor) | 500,000 |
| 1.9. | Proporsi keuntungan Investor (%) | 40 |
| 1.10. | Proporsi keuntungan Pengelola (%) | 60 |
Analisis usahanya adalah sebagai berikut:
| 2. Analisis Usaha | |||
| 2.1. | Penjualan Domba Jantan (Rp/ekor) | 500,000 | 5,000,000 |
| 2.2. | Investasi: | ||
| a. bakalan jantan (Rp/ekor) | 360,000 | 3,600,000 | |
| b. biaya kandang (Rp/ekor) | 25,000 | 250,000 | |
| Investasi (Rp) | 385,000 | 3,850,000 | |
| 2.3. | Penghasilan kotor pejualan (Rp) | 1,150,000 | |
| 3. Pengeluaran Investor dari penjualan domba gemuk | |||
| 3.1. | Bagi hasil pengelola 60% x penghasilan (Rp) | 690,000.0 | |
| 4. Laba Usaha | |||
| 4.1. | Laba Usaha per periode (Rp/6 bulan) | 460,000.0 | |
| 4.2. | Laba Usaha per bulan (Rp/bulan) | 76,667 | |
| 4.3. | Persentase keuntungan per bulan | 1.99% | |
| 4.4. | Persentasi keuntungan setahun | 24% | |
Enam puluh persen dari keuntungan penjualan menjadi hak pengelola bersama para mitra petani. Pembagian keuntungan antara Pengelola (HIPEDOKI) dan para peternak mitra diatur secara intern oleh HIPEDOKI. Dengan analisis diatas, nampak bahwa dengan asumsi harga bakalan Rp 360,000 per ekor dan harga domba yang sudah digemukkan selama 6 bulan Rp 500,000 masih menunjukkan persentase keuntungan bagi Investor (40%) masih cukup menarik, yaitu rata-rata 1,99% dari nilai investasi total Rp 385,000 per ekor. Keuntungan akan lebih besar pada waktu-waktu khusus.
Nah, mari-mari silakan berinvestasi secara paket 10 ekor senilai Rp 3,850,000. Hasilnya akan sangat bermakna bagi para peternak miskin. Apalagi jika keuntungan investor disertakan lagi dalam paket-paket berikutnya… sungguh akan sangat bermakna untuk membangun kesejahteraan peternak domba.
Bagi yang berminat silakan menghubungi kami:
HIPEDOKI, e-mail :
atau bergabung ke milis HIPEDOKI
BANK:
- BCA No.Rek: 682 024 2554
- MANDIRI No.Rek: 133 000 495 7270
- BNI No. Rek: 000 339 6033
- BRI No. Rek: 0595 0100 4267 500
a.n. WINARSO D WIDODO
Bagi investor, setelah transfer investasi harap SMS ke (pilih salah satu):
- 0813-17259136
- 0815-86104617
- 0819-31101719
Format SMS:
HIPEDOKI <JUMLAH PAKET> <BANK> <NAMA_INVESTOR> <NOREK_ANDA> <TGL>
contoh:
HIPEDOKI 3 BCA IMAM SOESENO 1234567890 07-08-2008
–>artinya Sdr. Imam Soeseno invest 3 paket setor lewat BCA NoRek 1234567890 pada tanggal 7 Agustus 2008
Alamat:
Warung Biayang Propolis, Jl. Raya Dramaga No. 29 Dramaga
BOGOR 16610
Telp/Fax : 0251-8420879 HP: 0819-31101719; 0815-86104617 (matrix)
e-mail: kdp@peternak.net
Salam peternak…!!!
Agustus 7, 2008 pukul 4:17 am
Ass.wr.wb.
Saya tertarik bergabung, tapi selama ini saya juga melakukan paronisasi kepada petani-petani miskin. Apakah saya boleh hanya membeli bibitnya saja lantas saya menyalurkan kepada petani yang ada di sekitar saya. banyak yang minta untuk paronisasi tapi saya biasanya melihat juga kejujuran yang akan maro, karena selama ini pemaro kadang-kadang menganggap kita bodoh sehingga sering tidak jujur.
Seandainya saya boleh beli hanya bibitnya saja bolehkah nanti penjualannya bergabung kembali ?
Agustus 9, 2008 pukul 2:03 pm
Dear Bapak2 di Hipedoki,
Saya tertarik untuk mengikuti program ini ( 10 kambing ). Mekanisnme nya seperti apa.
Krn saya sedikit bingung, jika tahu2 harus mentransfer sejumlah uang Rp 3.850.000. bagaimana saya bisa ikut monitor dan meyakini bahwa ini sesuai dengan apa yang tertulis dan sesuai skenario.
Thanks,
Sugandi
Agustus 15, 2008 pukul 3:31 pm
Pak Sansan, paronisasi Domba ala. Hipedoki ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk bisnis sosial. Kriteria penting bisnis sosial adalah pengembalian “uang investor” dengan waktu yang tidak dibatasi kapan, yang penting kembali. Ketika kembali, uang investor itu boleh diambil atau disertakan lagi dalam putaran bisnis. Namun, berhubung masih menjajagi model ideal seperti itu, HIPEDOKI menempuh cara “bagi hasil” dengan proporsi 40% investor dan 60% pengelola. Pengelolanya ya HIPEDOKI plus para peternak mitra, namun lebih ditekankan kepada peternak mitra yang kami usahakan berasal dari kalangan miskin. Maksudnya HIPEDOKI dengan pendampingan penuh berusaha menggerakkan perekonomian peternak-peternak miskin itu dalam suatu bisnis penggemukan domba, makanya disediakan dalam paket-paket 10 ekoran. Domba-2 itu dikandangkan secara kolektif tetapi dipelihara oleh peternak-peternak dengan pendampingan dari HIPEDOKI. Itu salah satu model. Jika ingin bibitnya, mungkin perlu terlebih dahulu kami luncurkan usaha pembibitan Domba.
Tanggapan ini mungkin juga berguna untuk Pak Sugandi. Ringkasnya sebetulnya sebagai investor, ya kita percayakan begitu modal kita kepada para pengelola. Kemudian dengan hitungan 6 bulanan, diperhitungkan untung-rugi usahanya. Keuntungan kotor (selisih harga jual dikurangi harga bakalan) lalu dibagi 40% untuk investor, 60% untuk peternak-peternak mitra dan Hipedoki.
Jika ingin ikut serta dalam monitoring, Bapak bisa menjadi anggota milis hipedoki@yahoogroups.com dan juga koplink@yahoogroups.com. Koplink (koperasi linkers) ini merupakan wadah badan hukum dari “bisnis sosial” Hipedoki yang akan terus kami sempurnakan menuju ke bisnis sosial ideal, demi mengangkat harkat hidup peternak domba dari kalangan miskin.
Nuhun.
September 8, 2008 pukul 4:12 am
Ass.wr.wb
Terimkasih atas penjelasannya, saya juga tujuannya adalah meningkatkan derajat orang miskin jangan sampai turun-temurun hanya mewariskan kemiskinan, sehingga disamping mendapatkan hasil dari keuntungan penjualan maro, merekan juga, saya penuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya, yang diberikan tiap awal bulan, sehingga kalau dihitung bisnis ala kapitalis per tahun anggaran, saya tidak mendapatkan keuntungan finansial, saya hanya mengharapkan ridho Allah.
Kalau tujuannya sama bolehkah petani pemaro yang saya percaya, ikut bergabung, sehingga juga dapat belajar cara beternak domba garut.
wassalam,
hatur nuhun.